Pages

Subscribe:

Labels

Kamis, 08 Maret 2012

Thalassaemia itu apa sih?

Sekilas mengenai thalassaemia:
Thalassemia adalah suatu kelainan darah yang terdapat dibanyak negara di dunia, kelainan darah tersebut diturunkan dari kedua orang tua kepada anak-anaknya sehingga Thalassaemia digolongkan penyakit genetik utama. Thalassaemia terbagi menjadi 2(dua) bagian:
a. Thalassaemia Trait/bawaan/minor adalah orang-orang yang sehat akan tetapi dapat menurunkan Thalassaemia mayor kepada anak-anak mereka.
b. Thalassaemia Mayor adalah suatu penyakit darah serius dimana umur sel-sel darah merah amat pendek bila dibandingkan dengan umur rata-rata sel darah merah orang normal (100-120 hari). Pada Thalassaemia Mayor terjadi penghancuran sel-sel darah merah dalam pembuluh darah sehingga keadaan ini menyebabkan menurunnya kadar Haemoglobin jauh dibawah normal. Sedangkan pembentukan kembali haemoglobin tidak dapat dilakukan sehingga mereka memerlukan transfusi darah secara berkesinambungan sepanjang hidupnya dengan segala resiko yang diakibatkan dari transfusi darah yang terus menerus tersebut.
PENGARUHNYA BUAT PENDERITA
Apa akibat penyakit Thalassaemia
a. Terhadap Otak: kekurangan darah yang berarti kekurangan zat asam yang menahun mengakibatkan selain menurunnya daya tahan tubuh juga terjadi hambatan terhadap fungsi otak yang manifestasinya terlihat dari gangguan mental intelektual dan emosional.
b. Terhadap jaringan organ tubuh lainnya. Setiap transfusi darah berarti menambah zat besi didalam tubuh karena zat besi akan tetap berada didalam tubuh apabila tidak dikeluarkan berakibat penumpukan zat besi tersebut akan merusak limpa, jantung, ginjal, hati dan organ tubuh penting lainnya.
c. Terhadap kejiwaan
c.1.
penderita/anak pada semua penyakit yang menahun sebagaimana halnya Thalassaemia akan sangat mempengaruhi kepribadian. Thalassaemia dapat sebagai faktor stress bagi si penderita anak sehingga reaksinya dapat berupa sikap ketergantungan yang berlebihan, pasif atau menarik diri. Dengan keluhan yang menyangkut citra diri yang berbeda dengan anak normal yaitu wajah dan kulit menjadi kehitaman akibat penimbunan zat besi karena seringya transfusi.
c.2.Orang tua penderita, reaksi orang tua dapat terlihat dengan adanya sikap kecemasan dan memberikan perlindungan yang berlebihan akibat didorong oleh pendapat bahwa segala keinginan anak harus terpenuhi karena si anak pada akhirnya mungkin tidak berumur panjang.
d. Kesempatan hidup penderita Thalassaemia tanpa mengesampingkan kuasa Allah Tuhan semesta alam. Pada umunya penderita Thalassaemia hanya mampu bertahan hidup sampai usia 10 tahun, akan tetapi dengan melaksanakan transfusi yang teratur disertai cara pengobatan yang intensif penderita dapat mencapai usia 17 - 25 tahun bahkan diantaranya ada pula yang mampu bertahan lebih dari pada itu bahkan sampai berkeluarga dan mempunyai keturunan.
BAGAIMANA PENANGANAN THALASSAEMIA?
1. Transfusi darah.
2. Pembuangan Zat Besi dari dalam tubuh, saat ini terdapat dua cara, yaitu dengan cara penyuntikan DESFERAL ke dalam tubuh melalui suntikan dengan alat yang disebut DESFERAL PUMP alat ini bekerja sendiri menyuntikan obat selama 8 - 10 jam. Pelaksanaan penyuntikan minimal 5 kali berturut-turut setelah transfusi darah.
Obat yang dapat dilarutkan dalam air 100ml dan langsung diminum dilakukan setelah hari sampai menjelang transfusi berikutnya tergantung kadar besi yang sudah tertimbun didalam tubuh penderita.
Sayangnya kedua pengobatan tersebut memerlukan biaya yang sangat mahal bisa sampai 8juta Rupiah / bulan.
BAGAIMANA PENCEGAHANNYA?
Satu-satunya jalan untuk memutus mata rantai Thalassaemia adalah himbauan kepada masyarakat yang akan melaksanakan pernikahan hendaknya memeriksakan diri masing-masing terlebih dahulu di laboratorium untuk mengetahui apakah kita dan pasangan kita aman dari penyakit Thalassaemia?
Dengan mengetahui keadaan gen masing-masing, keputusan untuk memiliki keturunan telah dilakukan dengan matang dan terencana walaupun semuanya atas kehendak yang kuasa, tapi paling tidak kita telah berupaya mencegah Thalassaemia lebih luas.

LAP TOP BISA BIKIN MANDUL…?

 LAP TOP BISA BIKIN MANDUL...?Ini merupakan kabar serius bagi kaum adam yang biasa menggunakan lap top. Lap top alias komputer jinjing memang memudahkan mobilitas kita dan sangat membantu dalam kegiatan sehari-hari. Kemudahan akan praktisnya, mudah dibawa kemanapun pergi, kecepatan dalam mengakses informasi dan masih banyak kemudahan-kemudahan yang lain.
Ternyata diketahui dari penelitian oleh yang ahlinya ( tentunya), lap top ini juga bisa memicu kemandulan bagi kaum adam.  Usut punya usut penyebabnya adalah cara penggunaan lap top yang keliru. Kebiasaan orang karena asyiknya menggunakan alat ini, biasa memangkunya saat digunakan. Pemicu dari kamandulan ini, ternyata pada saat digunakan dengan memangkunya efek panas dari lap top ini akan mengganggu organ reproduksi kaum pria.
Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat diartikel dibawah ini :
NEW YORK, KOMPAS.com — Ini adalah peringatan bagi para pria yang punya kebiasaan memangku laptop di atas paha. Penelitian para ahli yang dimuat jurnal Fertility and Sterility edisi November ini menyarankan agar para lelaki  menghindari kebiasaan menempatkan laptop di dekat organ vitalnya. Karena hal itu dapat memicu risiko timbulnya gangguan kesuburan.
Peneliti menjelaskan, penggunaan laptop dapat menjadi ancaman bagi produksi sperma karena suhu panas yang ditimbulkan oleh komputer jinjing dapat memicu naiknya temperatur pada skrotum atau kantong testis penghasil sel sperma.
Dalam risetnya, para peneliti mengukur suhu skrotum 29 relawan pria dengan menggunakan termometer. Para relawan ini diukur saat mereka menempatkan laptop di atas lututnya. Meski para relawan menggunakan sejenis alas untuk meredam suhu laptop, peneliti menemukan testikel para relawan mengalami peningkatan suhu yang cepat.
“Dalam 10 atau 15 menit temperatur skrotum sudah naik di atas level yang kami anggap aman. Tetapi, mereka tidak merasakannya,” ungkap Dr Yefim Sheynkin, pakar urologi dari State University of New York.
Sheynkin menekankan, hasil pengujian ini tidak membuktikan kalau penggunaan  laptop dapat menurunkan kesuburan pria. Akan tetapi, hasil beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan, peningkatan suhu pada skrotum dapat menimbulkan sedikit kerusakan pada sperma.
Dalam pengukuran suhu skrotum ditemukan bahwa temperatur testis pria mengalami kenaikan hingga 2,5 derajat celsius setelah bekerja dengan  menempatkan komputer di atas paha.
“Saya tidak akan mengatakan bahwa apabila seseorang menggunakan laptop lalu mereka akan menjadi mandul,” ujar Sheynkin.
Namun, lanjutnya, dengan penggunaan yang cukup sering tentu dapat menimbulkan gangguan, sebab  “Skrotum tidak memiliki waktu untuk melakukan pendinginan.”
Jika memang terbukti memengaruhi kesuburan, laptop sebaiknya dimasukkan dalam faktor gaya hidup lain—seperti diet, penggunaan obat-obatan, dan olahraga—yang harus dipelihara kaum pria untuk dapat mempertahankan sistem reproduksinya tetap sehat. Sheynkin menambahkan, penggunaan celana jins atau pakaian dalam yang ketat tidak  akan menimbulkan  menurunnya jumlah sel sperma pria.

Selasa, 06 Maret 2012

Tahapan Proses Persalinan Kala III

Ada baiknya para calon ibu mengetahui proses atau  tahapan persalinan seperti apa, sehingga para calon ibu dapat mempersiapkan segala halnya guna menghadapi proses persalinan ini. Proses persalinan terbagi ke dalam  empat tahap, yaitu :
kala I; Tahap Pembukaan
In partu (partus mulai) ditandai dengan lendir bercampur darah, karena serviks mulai membuka dan mendatar. Darah berasal dari pecahnya pembuluh darah kapiler sekitar karnalis servikalis karena pergeseran ketika serviks mendatar dan terbuka. Pada kala ini terbagi atas dua fase yaitu:
Fase Laten: dimana pembukaan serviks berlangsung lambat, sampai pembukaan 3 cm
Fase aktif: yang terbagi atas 3 subfase yaitu akselerasi, steady dan deselerasi
Kala I adalah tahap terlama, berlangsung 12-14 jam untuk kehamilan pertama dan 6-10 jam untuk kehamilan berikutnya. Pada tahap ini mulut rahim akan menjadi tipis dan terbuka karena adanya kontraksi rahim secara berkala untuk mendorong bayi ke jalan lahir. Pada setiap kontraksi rahim, bayi akan semakin terdorong ke bawah  sehingga menyebabkan pembukaan jalan lahir. Kala I persalinan di sebut lengkap ketika pembukaan jalan lahir menjadi 10 cm, yang berarti pembukaan sempurna dan bayi siap keluar dari rahim.
Masa transisi ini menjadi masa yang paling sangat sulit bagi ibu. Menjelang berakhirnya kala I, pembukaan jalan lahir sudah hampir sempurna. Kontraksi yang terjadi akan semakin sering dan semakin kuat. Anda mungkin mengalami rasa sakit yang hebat, kebanyakan wanita yang pernah mengalami masa inilah yang merasakan masa yang paling berat. Anda akan merasakan datangnya rasa mulas yang sangat hebat dan terasa seperti ada tekanan yang sangat besar ke arah bawah, seperti ingin buang air besar.
Menjelang akhir kala pertama, kontraksi semakin sering dan kuat, dan bila pembukaan jalan lahir sudah 10 cm berarti bayi siap dilahirkan dan proses persalinan memasuki kala II.
Kala II; Tahap Pengeluaran Bayi
Pada kala pengeluaran janin, rasa mulas terkordinir, kuat, cepat dan lebih lama, kira-kira 2-3 menit sekali. Kepala janin turun masuk ruang panggul sehingga terjadilah tekanan pada otot-otot dasar panggul yang secara reflektoris menimbulkan rasa mengedan. Anda merasa seperti mau buang air besar, dengan tanda anus terbuka. Pada waku mengedan, kepala janin mulai kelihatan, vulva (bagian luar vagina) membuka dan perineum (daerah antara anus-vagina) meregang. Dengan mengedan terpimpin, akan lahirlah kepala diikuti oleh seluruh badan janin.
Ibu akan merasakan tekanan yang kuat di daerah perineum. Daerah perineum bersifa elastis, tapi bila dokter/bidan memperkirakan perlu dilakukan pengguntingan di daerah perineum (episiotomi), maka tindakan ini akan dilakukan dengan tujuan mencegah perobekan paksa daerah perineum akibat tekanan bayi

Bersambung

KEBIDANAN KOMINITAS

Konsep Kebidanan Komunitas
Konsep adalah kerangka ide yang mengandung suatu pengertian tertentu. Kebidanan berasal dari kata “Bidan” yang artinya adalah seseorang yang telah mengikuti pendidikan tersebut dan lulus serta terdaftar atau mendapat ijin melakukan praktek kebidanan. Sedangkan kebidanan sendiri mencakup pengetahuan yang dimiliki bidan dan kegiatan pelayanan yang dilakukan untuk menyelamatkan ibu dan bayi yang dilahirkan (J.H. Syahlan, 1996).

Komunitas adalah kelompok orang yang berada di suatu lokasi tertentu. Sasaran kebidanan komunitas adalah ibu dan anak balita yang berada dalam keluarga dan masyarakat. Pelayanan kebidanan komunitas dilakukan diluar rumah sakit. Kebidanan komunitas dapat juga merupakan bagian atau kelanjutan pelayanan kebidanan yang diberikan di rumah sakit. Pelayanan kesehatan ibu dan anak di lingkungan keluarga merupakan kegiatan kebidanan komunitas.


Kelompok komunitas terkecil adalah keluarga individu yang dilayani adalah bagian dari keluarga atau komunitas. Oleh karena itu, bidan tidak memandang pasiennya dari sudut biologis. Akan tetapi juga sebagai unsur sosial yang memiliki budaya tertentu dan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan lingkungan disekelilingnya.
Dapat ditemukan disini bahwa unsur-unsur yang tercakup didalam kebidanan komunitas adalah bidan, pelayanan kebidanan, sasaran pelayanan, lingkungan dan pengetahuan serta teknologi.

Asuhan kebidanan komunitas adalah merupakan bagian integral dari system pelayanan kesehatan, khususnya dalam pelayanan kesehatan ibu, anak dan Keluarga Berencana.

B. Manajemen Kebidanan Komunitas
Dalam memecahkan masalah pasiennya, bidan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan.

Manajemen kebidananan adalah metode yang digunakan oleh bidan dalam menentukan dan mencari langkah-langkah pemecahan masalah serta melakukan tindakan untuk menyelematkan pasiennya dari gangguan kesehatan.

Penerapan manajemen kebidanan melalui proses yang secara berurutan yaitu identifikasi masalah, analisis dan perumusan masalah, rencana dan tindakan pelaksanaan serta evaluasi hasil tindakan. Manajemen kebidanan juga digunakan oleh bidan dalam menangani kesehatan ibu, anak dan KB di komuniti, penerapan manajemen kebidanan komuniti (J.H. Syahlan, 1996).

1. Identifikasi masalah
Bidan yang berada di desa memberikan pelayanan KIA dan KB di masyarakat melalui identifikasi, ini untuk mengatasi keadaan dan masalah kesehatan di desanya terutama yang ditujukan pada kesehatan ibu dan anak.

2. Analisa dan perumusan masalah
Setelah data dikumpulkan dan dicatat maka dilakukan analisis. Hasil analisis tersebut dirumuskan sebagai syarat dapat ditetapkan masalah kesehatan ibu dan anak di komunitas.

Dari data yang dikumpulkan, dilakukan analisis yang dapat ditemukan jawaban tentang :

a. Hubungan antara penyakit atau status kesehatan dengan lingkungan keadaan sosial budaya atau perilaku, pelayanan kesehatan yang ada serta faktor-faktor keturunan yang berpengaruh terhadap kesehatan. (H.L. Blum).
b. Masalah-masalah kesehatan, termasuk penyakit ibu, anak dan balita
c. Masalah-masalah utama ibu dan anak serta penyebabnya
d. Faktor-faktor pendukung dan penghambat

Rumusan masalah dapat ditentukan berdasarkan hasil analisa yang mencakup masalah utama dan penyebabnya serta masalah potensial.
3. Diagnosa potensial
Diagnosa yang mungkin terjadi

4. Antisipasi penanganan segera
Penanganan segera masalah yang timbul

5. Rencana (intervensi)
Rencana untuk pemecahan masalah dibagi menjadi tujuan, rencana pelaksanaan dan evaluasi.

6. Tindakan (implementasi)
Kegiatan yang dilakukan bidan di komunitas mencakup rencana pelaksanaan yang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.

7. Evaluasi
Untuk mengetahui ketepatan atau kesempurnaan antara hasil yang dicapai dengan tujuan yang ditetapkan.