Thalassaemia itu apa sih?
Sekilas mengenai thalassaemia:
Thalassemia adalah suatu kelainan darah yang terdapat dibanyak negara di dunia, kelainan darah tersebut diturunkan dari kedua orang tua kepada anak-anaknya sehingga Thalassaemia digolongkan penyakit genetik utama. Thalassaemia terbagi menjadi 2(dua) bagian:
a. Thalassaemia Trait/bawaan/minor adalah orang-orang yang sehat akan tetapi dapat menurunkan Thalassaemia mayor kepada anak-anak mereka.
b. Thalassaemia Mayor adalah suatu penyakit darah serius dimana umur sel-sel darah merah amat pendek bila dibandingkan dengan umur rata-rata sel darah merah orang normal (100-120 hari). Pada Thalassaemia Mayor terjadi penghancuran sel-sel darah merah dalam pembuluh darah sehingga keadaan ini menyebabkan menurunnya kadar Haemoglobin jauh dibawah normal. Sedangkan pembentukan kembali haemoglobin tidak dapat dilakukan sehingga mereka memerlukan transfusi darah secara berkesinambungan sepanjang hidupnya dengan segala resiko yang diakibatkan dari transfusi darah yang terus menerus tersebut.
PENGARUHNYA BUAT PENDERITA
Apa akibat penyakit Thalassaemia
a. Terhadap Otak: kekurangan darah yang berarti kekurangan zat asam yang menahun mengakibatkan selain menurunnya daya tahan tubuh juga terjadi hambatan terhadap fungsi otak yang manifestasinya terlihat dari gangguan mental intelektual dan emosional.
b. Terhadap jaringan organ tubuh lainnya. Setiap transfusi darah berarti menambah zat besi didalam tubuh karena zat besi akan tetap berada didalam tubuh apabila tidak dikeluarkan berakibat penumpukan zat besi tersebut akan merusak limpa, jantung, ginjal, hati dan organ tubuh penting lainnya.
c. Terhadap kejiwaan
c.1. penderita/anak pada semua penyakit yang menahun sebagaimana halnya Thalassaemia akan sangat mempengaruhi kepribadian. Thalassaemia dapat sebagai faktor stress bagi si penderita anak sehingga reaksinya dapat berupa sikap ketergantungan yang berlebihan, pasif atau menarik diri. Dengan keluhan yang menyangkut citra diri yang berbeda dengan anak normal yaitu wajah dan kulit menjadi kehitaman akibat penimbunan zat besi karena seringya transfusi.
c.2.Orang tua penderita, reaksi orang tua dapat terlihat dengan adanya sikap kecemasan dan memberikan perlindungan yang berlebihan akibat didorong oleh pendapat bahwa segala keinginan anak harus terpenuhi karena si anak pada akhirnya mungkin tidak berumur panjang.
d. Kesempatan hidup penderita Thalassaemia tanpa mengesampingkan kuasa Allah Tuhan semesta alam. Pada umunya penderita Thalassaemia hanya mampu bertahan hidup sampai usia 10 tahun, akan tetapi dengan melaksanakan transfusi yang teratur disertai cara pengobatan yang intensif penderita dapat mencapai usia 17 - 25 tahun bahkan diantaranya ada pula yang mampu bertahan lebih dari pada itu bahkan sampai berkeluarga dan mempunyai keturunan.
BAGAIMANA PENANGANAN THALASSAEMIA?
1. Transfusi darah.
2. Pembuangan Zat Besi dari dalam tubuh, saat ini terdapat dua cara, yaitu dengan cara penyuntikan DESFERAL ke dalam tubuh melalui suntikan dengan alat yang disebut DESFERAL PUMP alat ini bekerja sendiri menyuntikan obat selama 8 - 10 jam. Pelaksanaan penyuntikan minimal 5 kali berturut-turut setelah transfusi darah.
Obat yang dapat dilarutkan dalam air 100ml dan langsung diminum dilakukan setelah hari sampai menjelang transfusi berikutnya tergantung kadar besi yang sudah tertimbun didalam tubuh penderita.
Sayangnya kedua pengobatan tersebut memerlukan biaya yang sangat mahal bisa sampai 8juta Rupiah / bulan.
BAGAIMANA PENCEGAHANNYA?
Satu-satunya jalan untuk memutus mata rantai Thalassaemia adalah himbauan kepada masyarakat yang akan melaksanakan pernikahan hendaknya memeriksakan diri masing-masing terlebih dahulu di laboratorium untuk mengetahui apakah kita dan pasangan kita aman dari penyakit Thalassaemia?
Dengan mengetahui keadaan gen masing-masing, keputusan untuk memiliki keturunan telah dilakukan dengan matang dan terencana walaupun semuanya atas kehendak yang kuasa, tapi paling tidak kita telah berupaya mencegah Thalassaemia lebih luas.
Thalassemia adalah suatu kelainan darah yang terdapat dibanyak negara di dunia, kelainan darah tersebut diturunkan dari kedua orang tua kepada anak-anaknya sehingga Thalassaemia digolongkan penyakit genetik utama. Thalassaemia terbagi menjadi 2(dua) bagian:
a. Thalassaemia Trait/bawaan/minor adalah orang-orang yang sehat akan tetapi dapat menurunkan Thalassaemia mayor kepada anak-anak mereka.
b. Thalassaemia Mayor adalah suatu penyakit darah serius dimana umur sel-sel darah merah amat pendek bila dibandingkan dengan umur rata-rata sel darah merah orang normal (100-120 hari). Pada Thalassaemia Mayor terjadi penghancuran sel-sel darah merah dalam pembuluh darah sehingga keadaan ini menyebabkan menurunnya kadar Haemoglobin jauh dibawah normal. Sedangkan pembentukan kembali haemoglobin tidak dapat dilakukan sehingga mereka memerlukan transfusi darah secara berkesinambungan sepanjang hidupnya dengan segala resiko yang diakibatkan dari transfusi darah yang terus menerus tersebut.
PENGARUHNYA BUAT PENDERITA
Apa akibat penyakit Thalassaemia
a. Terhadap Otak: kekurangan darah yang berarti kekurangan zat asam yang menahun mengakibatkan selain menurunnya daya tahan tubuh juga terjadi hambatan terhadap fungsi otak yang manifestasinya terlihat dari gangguan mental intelektual dan emosional.
b. Terhadap jaringan organ tubuh lainnya. Setiap transfusi darah berarti menambah zat besi didalam tubuh karena zat besi akan tetap berada didalam tubuh apabila tidak dikeluarkan berakibat penumpukan zat besi tersebut akan merusak limpa, jantung, ginjal, hati dan organ tubuh penting lainnya.
c. Terhadap kejiwaan
c.1. penderita/anak pada semua penyakit yang menahun sebagaimana halnya Thalassaemia akan sangat mempengaruhi kepribadian. Thalassaemia dapat sebagai faktor stress bagi si penderita anak sehingga reaksinya dapat berupa sikap ketergantungan yang berlebihan, pasif atau menarik diri. Dengan keluhan yang menyangkut citra diri yang berbeda dengan anak normal yaitu wajah dan kulit menjadi kehitaman akibat penimbunan zat besi karena seringya transfusi.
c.2.Orang tua penderita, reaksi orang tua dapat terlihat dengan adanya sikap kecemasan dan memberikan perlindungan yang berlebihan akibat didorong oleh pendapat bahwa segala keinginan anak harus terpenuhi karena si anak pada akhirnya mungkin tidak berumur panjang.
d. Kesempatan hidup penderita Thalassaemia tanpa mengesampingkan kuasa Allah Tuhan semesta alam. Pada umunya penderita Thalassaemia hanya mampu bertahan hidup sampai usia 10 tahun, akan tetapi dengan melaksanakan transfusi yang teratur disertai cara pengobatan yang intensif penderita dapat mencapai usia 17 - 25 tahun bahkan diantaranya ada pula yang mampu bertahan lebih dari pada itu bahkan sampai berkeluarga dan mempunyai keturunan.
BAGAIMANA PENANGANAN THALASSAEMIA?
1. Transfusi darah.
2. Pembuangan Zat Besi dari dalam tubuh, saat ini terdapat dua cara, yaitu dengan cara penyuntikan DESFERAL ke dalam tubuh melalui suntikan dengan alat yang disebut DESFERAL PUMP alat ini bekerja sendiri menyuntikan obat selama 8 - 10 jam. Pelaksanaan penyuntikan minimal 5 kali berturut-turut setelah transfusi darah.
Obat yang dapat dilarutkan dalam air 100ml dan langsung diminum dilakukan setelah hari sampai menjelang transfusi berikutnya tergantung kadar besi yang sudah tertimbun didalam tubuh penderita.
Sayangnya kedua pengobatan tersebut memerlukan biaya yang sangat mahal bisa sampai 8juta Rupiah / bulan.
BAGAIMANA PENCEGAHANNYA?
Satu-satunya jalan untuk memutus mata rantai Thalassaemia adalah himbauan kepada masyarakat yang akan melaksanakan pernikahan hendaknya memeriksakan diri masing-masing terlebih dahulu di laboratorium untuk mengetahui apakah kita dan pasangan kita aman dari penyakit Thalassaemia?
Dengan mengetahui keadaan gen masing-masing, keputusan untuk memiliki keturunan telah dilakukan dengan matang dan terencana walaupun semuanya atas kehendak yang kuasa, tapi paling tidak kita telah berupaya mencegah Thalassaemia lebih luas.



